FIFest 2022

2-30 Juni 2022

Days
Hours
Minutes
Seconds

Aktivitas FiFest 2022

Agenda Utama #FIFest2022: Filantropi HUB & Peluncuran Indonesia Philanthropy Outlook 2022

FESTIVAL FILANTROPI INDONESIA

FIFest 2022

FIFest2022 adalah kegiatan bi-annual festival filantropi terbesar di Indonesia yang bertujuan untuk memperkenalkan beragam program dan inovasi kegiatan filantropi untuk mendukung pencapaian SDGs. Rangkaian aktivitas diskusi, pengembangan kapasitas, showcase aktivitas anggota, serta inovasi sosial ditujukan guna menjaring gagasan aksi kolektif untuk penguatan ekosistem filantropi di Indonesia melalui Filantropi HUB. Filantropi HUB hadir sebagai wadah untuk memobilisasi dan mengkatalisasi aksi kolektif multi sektor guna membangun komunitas filantropis yang kuat di Indonesia.
Filantropi Indonesia sebagai penyelenggara FIFest 2022, adalah perkumpulan organisasi dan individu pegiat filantropi yang mandiri dan bertujuan untuk memajukan filantropi agar dapat berkontribusi dalam pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia

AGENDA

18.30 - 20.30 WIB

The Transformation of Philanthropy Landscape: Global & Indonesia's Perspectives

This is the Decade of Action, which calls for accelerating sustainable solutions to our biggest challenges— ranging from poverty and gender to climate change, inequality and closing the finance gap. The COVID-19 pandemic began as a health crisis, has turned into a socio-economic crisis which put imperiling progress towards the sustainable development goals. It is time to embark on a #collectiveaction toward a transformative recovery that emphasizes on co-creation and collaboration. Let's take a look at what has happened globally and in Indonesia in the last few years and how we can strategically position and capitalize on the transformation.

Speakers:

  • Derek Ray-Hill, Director of International Strategy Charities Aid Foundation
  • Suzanty Sitorus, Vice Chair of the Executive Board Filantropi Indonesia
  • Arifin Purwakananta, Deputy of BAZNAS Indonesia & Chair of the Supervisory Board Filantropi Indonesia

Moderator: 
Okty Damayanti, Chairperson of Yayasan Adaro Bangun Negeri, and Member of the Executive Board Filantropi Indonesia

09.00 - 12.00 WIB

Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi: Talkshow “Bumiku Asik Tanpa Sampah Plastik

Sampah plastik masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Untuk itu, masyarakat bisa berpartisipasi dalam pengelolaan sampah.  Filantropi Indonesia bersama sejumlah organisasi dalam Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi mengajak semua elemen untuk mengurangi sampah plastik dalam aksi #AsikTanpaSampahPlastik. Dari kampanye tersebut ditargetkan sampah plastik di Indonesia bisa berkurang menjadi 30% pada tahun 2025.

Pembicara:

  • KH Wahfiudin Sakam SE MBA, Dewan Syariah Dompet Dhuafa, dan Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat
  • Hening Parlan, Ketua ‘Aisyiyah Muhammadiyah
  • Arif R Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis

Moderator: 
Ranitya Nurlita, Penggiat Lingkungan DDV Specialist


18.30 - 20.30 WIB

Climate Change, Green Recovery, and the Role of Philanthropy Post COP26

COP26 brought together world leaders to collaborate and commit to more ambitious targets to reduce greenhouse gas emissions by 2030 in reducing temperature rises and climate change. The Philanthropy sector is deemed necessary to optimize its role and potential this climate urges. Let's discuss how the philanthropy sector globally and in Indonesia strategically embraces co-creation and collaboration in achieving this global agenda. 

Speakers:

  • Helen Mountford, President and CEO ClimateWorks Foundation
  • Rachmat Witoelar, Former Indonesian Minister of Environment 2004-2009 & President's Special Envoy for Climate Change
  • Klaus Milke, Chair of the Steering Group of FOUNDATIONS 20
  • Agus Sari, Chief Executive Officer of Landscape Indonesia

Moderator:
Yunita Triwardani Winarto, Board of Trustees Yayasan Bina Swadaya, and Member of the Advisory Board Filantropi Indonesia




09.30 - 12.00 WIB

Filantropi Hub untuk Penguatan Ekosistem Filantropi untuk Pencapaian SDGs & Peluncuran Indonesia Philanthropy Outlook 2022

Pertumbuhan sektor filantropi di Indonesia yang signifikan perlu difasilitasi oleh ekosistem yang kondusif dan mendukung kegiatan dan inovasi filantropi. Filantropi HUB hadir sebagai pusat kolaborasi, though leaders, data, dan pendanaan inovatif untuk mendukung penguatan ekosistem ini.

Pengembangan Filantropi HUB didukung oleh data dan critical enabler yang dimuat dalam Philanthropy Outlook 2022. Publikasi ini hadir menyoroti kemajuan sektor filantropi dari berbagai aspek baik dari profil organisasi filantropi, area kemajuan, critical enablers, serta program dan agenda prioritas. 

Opening remark: Franciscus Welirang, Co-Founder & Ketua Dewan Penasehat Filantropi Indonesia

Keynote Address

  • Prof. DR. Muhadjir Effendy, M.A.P.*, Menteri Koordinator PMK RI
  • DR. IR. H Suharso Monoarfa, M.A *, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI

Narasumber : Kunto A Wibowo, Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI

Penanggap:

  • Vivi Yulaswati, Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, dan Kepala Sekretariat Nasional SDGs
  • Amelia Fauzia, Direktur Eksekutif Social Trust Fund UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Anggota Badan Pengurus Filantropi Indonesia
  • M. Zuhair, Direktur Yayasan Hadji Kalla, dan Anggota Badan Pengurus Filantropi Indonesia
  • Dian A. Purbasari, Direktur Yayasan Bakti Barito, dan Anggota Badan Pengurus Filantropi Indonesia

18.30 - 20.30 WIB

Increasing Awareness and Aligning Philanthropy Support for Climate Action in Indonesia (#PhilanthropyforClimate)

Philanthropy has been an important actor in addressing major global challenges. In the area of climate change, the latest IPCC Report, highlights the concerning outlook of climate impacts we are facing, and once again stresses out that climate change is not a mere environmental issue. In the Report, the IPCC estimates that in this decade alone, climate change will drive 32-132 million people into poverty, and 350 million people will face water scarcity by 2030. This forum intends to share the urgency of climate action and the learning experience from supporting these actions.

Speakers:

  • Alice de Moraes Amorim Vogas, Project Coordinator - Global Philanthropy for Climate Movement WINGS
  • Dr. Dolly Priatna, Executive Director, Belantara Foundation
  • Guntur Sutiyono, Indonesia Country Lead, Climateworks Centre
  • Lucius Dinto Pramudyo, Sustainable Business Monitoring and Reporting Manager Unilever Indonesia Foundation

Moderator: 
Chandra Sugarda, Gender, Disability, and Social Inclusion Specialist 

09.30 - 12.00 WIB

Social Innovation for SDGs: Social Enterprise Demo Day in FIFest 2022

In terms of strengthening a supportive and sustainable ecosystem for social enterprises and philanthropy, Filantropi Indonesia collaborates with SIAP (Social Innovation Acceleration Program). This collaboration aims to identify the essential support that philanthropy could provide for the business to generate its social impact through the Social Changemakers Acceleration Lab & Ecosystem (SCALE) program. Supporting Social Enterprise can also accelerate philanthropy transformation by enhancing its digitalization, transparency, sustainability, and accountability. The SCALE program runs outside Jakarta impact ventures to ensure equitable development at the sub-national level in Semarang, Bali, and Yogyakarta. These cities are targeted as the pilot in Cohort 1 of the SIAP network. 

13.30 - 15.30 WIB

Embracing the Role of Family and Corporate Foundation through Collective Action in Accelerating SDGs Achievement

There are many opinions that corporate philanthropy is defined as Corporate Social Responsibility (CSR) or some take for the Company Foundation. Furthermore, Indonesia’s family foundation began to develop from early 2000 to 2010. In the earlier era, the family foundation had managed the company’s CSR program, and then some of this family foundation has transformed independently from the founding company.

This phenomenon is an effort to maintain the family foundation independence, which is positive progress of philanthropy development in Indonesia. In connection with that, Filantropi Indonesia and the Sasakawa Peace Foundation will publish three Philanthropy Trends regarding corporate philanthropy and family foundation development in Indonesia. These publications describe and provide a comprehensive explanation and its supporting elements. In these Philanthropy Thought Leaders entitled Embracing the Role of Family and Corporate Foundation through Collective Action in Accelerating SDGs Achievement, we will discuss how to embrace company and family foundations to co-create and collaborate on collective action in accelerating SDGs achievement.

Welcoming Remark: Gusman Yahya - Executive Director Filantropi Indonesia

Speakers:

  • Itsu Adachi - Executive Director Sasakawa Peace Foundation
  • Dr. Indra Cahya Uno Chairman Mien R. Uno Foundation
  • R. Alexander J. Syauta  - Corporate Secretary PT Transkon Jaya Tbk
  • Bani M. Mulia - President Director PT. Samudera Indonesia Tbk and Member of the Advisory Board Filantropi Indonesia

Moderator: Amelia Fauzia - Director of Social Trust Fund UIN Syarif Hidayatullah Jakarta & Member of the Executive Board Filantropi Indonesia

09.30 - 11.30 WIB

Peran dan Kontribusi Filantropi Diaspora terhadap Pembangunan Berkelanjutan/SDGs

Dukungan dari para diaspora ini belum terdokumentasi dan terkelola dengan baik. Sebagian besar dukungan juga masih terfokus pada program penyantunan dan pembangunan infrastruktur. Pendistribusian dan pendayagunaan sumbangannya juga terbatas di wilayah desa atau kampung tempat kelahirannya sehingga justru menimbulkan ketimpangan dengan kampung-kampung yang lain yang masih miskin dan tertinggal.

Pemanfaatan potensi diaspora Indonesia dalam kegiatan filantropi perlu didayagunakan secara optimal. Dukungan mereka juga bisa dikaitkan dan diarahkan untuk pencapaian tujuan SDGs di wilayah tersebut agar dukungan yang diberikan bisa terarah, terukur, dan bersifat jangka panjang. Untuk mencapai hal tersebut, perlu adanya kolaborasi dan sinergi multi-pihak agar sumbangan para diaspora dapat memberi dampak yang lebih luas.

Pembicara:

  • Indriana Nugraheni - Tenaga Ahli/Manajer Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola Sekretariat Nasional TPB/SDGs Bappenas
  • Hamid Abidin - Badan Pengurus Filantropi Indonesia
  • Tomy Hendrajati - Presiden Human Initiative
  • Dino Pati Djalal - Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)*

Moderator: Sita Supomo

*) dalam konfirmasi

Acara ini didukung oleh Human Initiative

14.00 - 16.00 WIB

Critical Role of Public Private Partnership for Learning Recovery

Pemulihan pembelajaran (learning recovery) kini perlu menjadi prioritas bagi seluruh stakeholder dan pegiat pendidikan di Indonesia. Intensitas dan efektivitas peran serta kontribusi lembaga filantropi di pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal karena memiliki banyak praktik baik dan modul pembelajaran yang sekiranya dapat memperkaya referensi pemulihan pembelajaran. Oleh sebab itu, kolaborasi multi-pihak perlu didorong agar dapat saling melengkapi kebutuhan sumber daya satu dan lainnya serta memberikan dampak yang lebih luas ke penjuru Indonesia.

Sambutan: Michael Susanto, Head of Strategic Planning & Partnership Tanoto Foundation

Pembicara
  • Margaretha Ari Widowati - Head of Basic Education Tanoto Foundation
  • Anindito Aditomo, S.Psi., M.Phil., Ph.D. - Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek
  • Melliana Layuk - Education Specialist Wahana Visi Indonesia
  • Niken Rarasati - Senior Researcher Smeru RISE

Moderator: Patrya Pratama - CEO & Direktur Eksekutif INSPIRASI Foundation

14.00 - 16.00 WIB

Prospek dan Tantangan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) 'Naik Kelas' menjadi Organisasi Intermediary

Beberapa lembaga filantropi lokal yang berpotensi untuk menjadi lembaga intermediary perlu didorong dan difasilitasi untuk menjalankan peran tersebut. Salah satunya adalah Organisasi Pengelola Zakat atau OPZ, yang terdiri atas Lembaga Amil Zakat dan Badan Amil Zakat. Dalam beberapa tahun terakhir OPZ berkembang sebagai lembaga filantropi profesional dengan strategi fundraising modern dan pendapatan donasi yang sangat besar. Pendayagunaan sumbangannya, baik dari sumbangan keagamaan maupun donasi umum, juga berkembang dan meluas ke program-program non keagamaan, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan sampai bantuan hukum, dan advokasi kebijakan.

Bagaimana prospek OPZ untuk “naik kelas” menjadi lembaga intermediary? Mengapa OPZ perlu didorong untuk menjalankan peran tersebut? Apa tantangan dan hambatannya?

Pembicara

  • Suzanty Sitorus - Wakil Ketua Badan Pengurus Filantropi Indonesia
  • Bambang Suherman - Ketua Umum Forum Zakat & Direktur Dompet Dhuafa
  • Anik Wusari - Pengurus Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa)

Moderator: Agus Budiyanto - Direktur Eksekutif Forum Zakat

09.30 - 11.30 WIB

Filantropi HUB - Optimalisasi Potensi dan Kolaborasi Filantropi di Daerah

Mengoptimalkan potensi dan kolaborasi filantropi di daerah merupakan prospek terintegrasi yang dapat meragamkan keselarasan lintas sektor dengan prioritas yang berbeda, untuk saling melengkapi melalui pendekatan multi-stakeholder dengan bentuk keterlibatan pemerintah di tingkat nasional dan subnasional. Menyadari bahwa berbagai kolaborasi telah berkembang, Filantropi Indonesia membuka peluang untuk menjembatani, memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan di daerah untuk melihat trend pembiayaan dari masing-masing sektor.

Pembicara
  • Hj. Sri Juniarsih Spd, MSi - Bupati Kabupaten Berau*
  • Desriko Malayu Putra - Koordinator Program Kebijakan Lingkar Temu Kabupaten Lestari
  • Didi Sabir - Jakarta Strategic Division Head Rumah Zakat
  • Deri Anggraeni - Section Head Yayasan Adaro Bangun Negeri

Moderator : Hamid Abidin - Badan Pengurus Filantropi Indonesia

*) dalam konfirmasi

14.00 - 15.30 WIB

Mendorong Pencapaian SDGs Pendidikan Bermutu melalui Inovasi Program Filantropi

Terjadi banyak kendala dalam mengeksplorasi pengembangan pendidikan yang merata bagi anak di seluruh Indonesia. Berbagai tantangan, hambatan, serta peluang pun ditemui untuk menggapai satu tujuan, yakni mencapai pendidikan yang bermutu melalui program inovasi. Salah satunya, yang sudah dijalankan oleh bidang filantropi dan Corporate Social Responsibility (CSR) darii lembaga yang kompeten.

Bekerjasama dengan Media Group Network, dalam sesi ini kita dapat berbagi praktik baik inisiatif, inovasi, dan program filantropi yang mendukung SDGs no. 4 (Pendidikan yang Setara) melalui berbagai aktivitas filantropi, salah satunya beasiswa. Selain itu, diharapkan mendorong ko-kreasi dan kolaborasi antar pegiat filantropi untuk bersama saling melengkapi sebagai bentuk aksi kolektif memperkuat sektor pendidikan di Indonesia.

Pembicara:

  • Ali Sadikin - Ketua Yayasan Media Group
  • Ahmad Zakky Habibie - CEO Ancora Foundation
  • Perwakilan LPDP/USAID*
  • Perwakilan ALPHA-I*

Moderator: Bukik Setiawan - Ketua Yayasan Guru Belajar

*) dalam konfirmasi

15.30 - 17.30 WIB

JCAF in FIFest 2022: Multi Stakeholders Collaboration in Achieving SDGs

Pada dialog ini, para narasumber akan berbagi pengalaman tentang bagaimana para pihak menerjemahkan kemudian berkolaborasi mendorong pembangunan berkelanjutan yang terkorelasi dengan prospek wilayah di tingkat yurisdiksi kabupaten/kota. Dalam hal ini, Filantropi Indonesia telah sejalan dengan inisiatif tersebut mengajak para pihak terkait untuk berpartisipasi dan berbagi pengetahuan terkini tentang ko-kreasi dalam praktik berkelanjutan, dan membangun inisiatif-inisiatif strategis menjadi inovasi proporsional untuk mengakselerasi tercapainya target pembangunan berkelanjutan (SDGs).

JCAF merupakan seri dialog bulanan bagi para pihak dari lintas sektor untuk berbagi pengalaman tentang praktik terbaik berbasis fakta dan mengidentifikasi pendekatan umum yang efektif dalam memajukan yurisdiksi. Hingga saat ini JCAF telah memfasilitasi 10 seri dialog dengan berbagai topik dan dihadiri oleh 18.000 lebih peserta dari 24 negara.

Sambutan: Gusman Yahya, - Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia

Pidato pembuka: Budiono Subambang, ST, MPM - Direktur SUPD III Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI

SESI 1: KEPEMIMPINAN YURISDIKSI PERINTIS MENDORONG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Moderator: Gita Syahrani - Ketua Lingkar Temu Kabupaten Lestari

Narasumber:

  • Gibran Rakabuming Raka BA, MA - Walikota Kota Surakarta
  • H. Yulhaidir - Bupati Kabupaten Seruyan
  • H. Muda Mahendrawan, S.H, M.Kn,- Bupati Kabupaten Kubu Raya
  • H. Mursil, S.H, M.Kn - Bupati Kabupaten Aceh Tamiang


SES1 2: KO-KREASI DAN KOLABORASI ANTARA BISNIS DAN FILANTROPI

Moderator: Dian A. Purbasari - Direktur Yayasan Bakti Barito dan Anggota Badan Pengurus Filantropi Indonesia

Narasumber:

  • Silverius Oscar Unggul - Wakil Ketua Umum LHK KADIN
  • Axton Salim* - Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk
  • Okty Damayanti - Ketua Umum Yayasan Adaro Bangun Negeri dan Anggota Badan Pengurus Filantropi Indonesia

Penutup: Agus Sari - CEO Landscape Indonesia

*) dalam konfirmasi

13.30 - 15.30 WIB

Kebijakan Super Tax Deduction: Potensi dan Tantangan Penerapannya bagi Sektor Filantropi

Kebijakan insentif pajak merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung perkembangan sektor filantropi dan non-profit di berbagai negara. Insentif pajak untuk filantropi umumnya diberikan dalam dua bentuk, yaitu tax exemption (pengecualian pajak) dan tax deduction (pengurangan pajak). Sayangnya, insentif super tax deduction ini hanya diberlakukan bagi dunia usaha, dan tidak diterapkan bagi sektor filantropi. Penerapan kebijakan super tax deduction untuk sektor filantropi sudah jadi kelaziman di berbagai negara, Kebijakan ini umumnya diterapkan untuk mendorong dukungan atau sumbangan bagi program-program yang dianggap strategis, namun tak banyak mendapatkan dukungan pendanaan.

Bagaimana prospek penerapan kebijakan super tax deduction ini bagi sector filantropi? Apa tantangan dan hambatannya? Bagaimana strategi untuk mendorong pemerintah memperluas penerapan kebijakan ini bagi sektor filantropi?

Pembicara

  • Arif Yunianto - Fungsional Penyuluh Ahli Madya Direktorat P2Humas Pusat Kantor Pusat Ditjen Pajak
  • Dr. Ning Rahayu, M.Si. - Akademisi Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia
  • Hafez Gumay - Manajer Advokasi Koalisi Seni

13.30 - 16.00 WIB

Diskusi Publik - No One Left Behind - Partisipasi Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan dalam Penyusunan dan Penerapan Peta Jalan Transisi Pandemi ke Endemi COVID-19

Capaian vaksinasi COVID-19 dan penanganannya di Indonesia sudah terbilang baik. Hal ini juga berpengaruh pada penurunan level PPKM di beberapa daerah, yakni dengan syarat minimal distribusi dosis vaksin pertama mencapai 70%.

Nyatanya, fakta yang berlawanan terjadi untuk keterdapatan vaksinasi pada masyarakat adat dan kelompok rentan. Di samping itu, terdapat agenda peta jalan transisi pandemi ke endemi COVID-19 yang sedang dicanangkan pemerintah.

Dalam sesi ini, bersama meninjau sejauh apa kedua kelompok ini dilibatkan dalam rancangan peta jalan tersebut, sebagai dasar tatanan hidup baru tanpa mengesampingkan konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs yakni no one left behind (tak satupun yang tertinggal).


Moderator: Gadis Bianca - News Anchor Metro TV

Pembicara:
  • Mohammad Syahril - Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI
  • Edo Rakhman - Koordinator Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)
  • Maria Un - Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sulawesi Selatan
  • Dicky Budiman - Peneliti Global Health Security Griffith Univ Australia

09.30 - 11.30 WIB

Mencari Opsi Terbaik Regulasi Pengaturan Donasi: Perijinan atau Pendaftaran?

Regulasi atau peraturan yang menjadi landasan lembaga filantropi dan organisasi masyarakat sipil dalam pengelolaan donasi adalah Undang-undang no.19 tahun 1961 mengenai Pengumpulan Uang dan Barang (PUB). Undang-undang ini kemudian diturunkan dalam bentuk PP (peraturan Pemerintah), yakni PP Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan, Keputusan Menteri Sosial Nomor 1/HUK/1995 tentang Pengumpulan Sumbangan untuk Korban Bencana; dan Keputusan Menteri Sosial Nomor 56/HUK/ 1996 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan Oleh Masyarakat.

Berkaitan dengan maraknya kegiatan filantropi di Indonesia dalam rangka membantu penanganan bencana dan persoalan sosial lainnya, pemerintah diminta untuk meninjau mekanisme atau prosedur perijinan dalam regulasi pengaturan donasi. Selain karena tidak bisa diterapkan pada saat bencana, berbagai aturan yang ada di dalamnya juga tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman.

Pembicara:

  • Drs. R. Rasman, MSi, Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan Biro Perencanaan - Bidang Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial
  • Hamid Abidin, Badan Pengurus Filantropi Indonesia
  • Ronald Refiandri, Peneliti PSHK/Staf Pengajar Sekolah Hukum Jentera
  • Linda Sukandar, Resource Mobilisation Director Yayasan Plan International Indonesia

Moderator: Ardelia, Public Engagement Executive Wahana Visi Indonesia

PUSAT PUBLIKASI

Kumpulan Publikasi terkait Filantropi dan Multisektoral

Pusat Media

Unduh Media Release di bawah ini

Media Briefing - Soft-launching Survei Outlook Filantropi 2022 dan Road to FIFest 2022

2 Juni - Kegiatan Filantropi di Indonesia Berakar Kuat dari Tradisi dan Budaya Memberi

7 Juni - Perubahan Iklim, Pemulihan Lingkungan, dan Peran Filantropi Pasca COP26

13 Juni - Filantropi Hub untuk Penguatan Ekosistem Filantropi untuk Pencapaian SDGs

14 Juni - Increasing Awareness and Aligning Philanthropy Support for Climate

SEKILAS FILANTROPI INDONESIA

Filantropi Indonesia adalah lembaga nirlaba dan mandiri yang dimaksudkan untuk memajukan filantropi di Indonesia agar bisa berkontribusi dalam pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Filantropi Indonesia dimaksudkan untuk memajukan kepentingan para pelaku filantropi, baik yang berasal dari sektor pemberi, pengelola/penyalur/perantara, maupun penerima bantuan, atas dasar prinsip kemitraan, kesetaraan, keberagaman, keadilan, universalitas filantropi dan kebangsaan Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Filantropi Indonesia dan keanggotaannya silakan klik tombol di bawah ini

PARTNER KEGIATAN

Platinum Partners
Gold Partners
Silver Partners
Media Partners
Endorsement Partners